Senin, 06 Mei 2013

Kisah Laron Sayang


Dimalam yang temaram, suasana sunyi mulai meringkuh. Hujan deras baru saja membasahi bumi Allah. Namun setelah beberapa waktu kemudian hujan mulai mereda. Nampak dari pojok halaman depan rumah datang berbondong-bondong laron. Mereka berterbangan, mulai menyusup melalui celah-celah saluran ventilasi udara dan masuk ke dalam rumah. Cahaya lampu ruang tengah itu, seolah menyembuhkan akan kerinduan mereka melihat peradaban gemilang setelah berada lama dalam kubangan peradaban kelam. Tak lama sesaat melihat dari dalam jendela kamar, adikku menghampiriku

Adek: “kok sedih kak????” Ada kisah yang menyedihkan ya kak dari laron?? ceritain donk kak..!”

Kakak: “ia dek, “laron”  ia hanya hidup semalam, kasian kan hidup hanya 1 malam”

Adek :”tapi kalo setiap hujan dia kan datang lagi kak”

Kakak: “iya datang lagi,  tapi bukan dengan jasad yang sama”


Adek :”berarti laron-laron yang lain yang di beri kesempatan hidup oleh ALLAH ya kak..”

Kakak: “iya dek. Makanya Subhanallah laron berani menyiapkan dan melakukan keoptimalisasian dalam kehidupannya muski ia hanya hidup 1 malam”

Adek :”ia juga ya kak,,tapi adek suka ngebunuh mereka kak..karna jengkel,,habis mengganggu”

Kakak: “itu dia dek, apalagi jika mereka dibunuh, belum sampai hidup semalam saja ia sudah mati, padahal tanpa dibunuh, mereka pun sudah kehilangan sayapnya, belum lagi jika mereka tidak mendapatkan makanan semalam, betapa sengsaranya dibunuh dan terinjak”

Adek :”astagfirullah'adzim,,”

Kakak: “mereka mempersiapkan singkatnya hidup itu dek”

Adek: T________T

Kakak :”cup-cup sayang”. Luar biasa ya Allah sudah menciptakan hewan seperti laron, banyak pelajaran yang bisa kita ambil
Adek : “ia kak,,,sekarang saja sudah belasan bahkan puluhan tahun kita hidup tapi jarang kita gunakan kesempatan itu dengan baik”.
Kakak: "Iya dek, semoga kehidupan kita kedepan menjadi lebih berarti daripada hari ini"

Subhanallah,,Bisa dibayangkan, laron hidup hanya 1 malam, seolah laron berani mempersiapkan diri akan kematiannya.
Jika saat ini, kita adalah insan yang tidak tau akan sampai kapan denyut nadi ini berhenti, akan kah kita seberani laron untuk mempersiapkan kematian dengan pengoptimalisasian hidup dalam waktu semalam.

 By : Ukhtyan Muhhiba F.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar